Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label INSIGHT

PENTINGNYA MEMAHAMI BUSINESS REVIEW DENGAN BAIK

Informasi ini saya dapatkan saat mentoring bersama konsultan dan praktisi bisnis perusahaan multinasional yang sudah berkecimpung puluhan tahun di bisnis konvensional pada tahun 2018 lalu. Jika dirasa bermanfaat, silahkan LIKE, komen, dan share ke teman-temanmu. Ikuti sampai akhir, karena ada sesuatu bagi yang beruntung. Enjoyyy... DESCLAIMER! Apakah modal semangat 45 dan modal uang seadanya cukup dalam memulai suatu usaha? Jawabannya adalah TIDAK, romeoo.. Memang sih perbanyak jatah gagal itu penting , apalagi masih muda, tapi sadar ngga sih kalau  SUMBER DAYA dan WAKTU  yang kita miliki itu terbatas . Maka memulai dan menjalankan suatu usaha dengan ilmu adalah suatu keharusan. Itu pun kalau kamu mau sampai ke tujuan dengan selamat. Berikut adalah 6 parameter  yang akan membantumu dalam meriview suatu bisnis yang biasa digunakan oleh para konsultan bernilai milyaran. Cekidot >>> #1 POTENSI INCOME  Ketika kita hendak menjalankan bisnis, pasti mau ...

MENJAGA IMPIAN

Setiap kita pasti memiliki impian. Karena hal tersebut kita jadi punya alasan untuk bangun di pagi hari dan melangkah ke depan, walau kita belum tau pasti kapan kita akan sampai pada tujuan. Eh tapi, tunggu dulu, sudah seberapa “ngebet” kita ingin mewujudkan impian? Kadang kita bisa begitu bersemangat, bergelora, tapi dalam hitungan menit bisa saja api itu padam. Ya, karena kita suka terpancing pengen punya atau jadi ini itu, karena lingkungan sekeliling kita saja. Ikuta-ikutan itu namanya. Dahsyat bener kan pengaruh lingkungan itu. Namun, ketika posisi kita telah jauh dari energi negatif, setan-setan menghampiri, membisiki, membuat keraguan pada hati manusia, apakah bisa? Apakah mungkin? Masih bisa tidur, masih bisa ketawa-ketiwi, masih bisa nyantai, masih punya banyak waktu luang, yakin hal yang kita bilang tadi nama impian? Cobalah cari hal yang kalo diingat, kita jadi terbangun meskipun letih, perih, dan tertatih. Gara-gara hal itu, kita jadi lupa rasanya sakit, kecewa, d...

BERTAHAN HIDUP DI TENGAH PANDEMI

Subhanallah.. 3 bulan sudah kita  #dirumahaja , menjadi bagian dari perjuanagan terbaik #lawancorona Hhmm.. Entah sampai kapan kondisi seperti ini terus berlanjut.  Kalau kata peneliti dari Harvard sih, pemberlakuan social distancing harus diperpanjang hingga 2022. Sedangkan WHO mengatakan Virus Corona tidak dapat hilang dari muka bumi ini. Bahkan yang ada, virus Corona ini bermutasi ke jenis lain. Kemunculan pandemi ini telah merubah banyak aspek kehidupan manusia. Bagaimana tidak, kita telah didemobilisasi karenanya. Lebih banyak di rumah. Terhenti dengan aktivitas yang biasa dilakukan. Terlepas itu semua, tentu diam terus menerus tanpa menetapkan rencana ke depan bukanlah jawaban yang tepat. Mengandalkan kebijakan atau janji pemerintah? Sepertinya itu hanya lelucon belaka yang sulit dipegang kata-katanya. Kita tidak bisa bergantung pada mereka. Sadarkah bahwa kita adalah bangsa yang tangguh. Yap betul! Kita sudah terbiasa mandiri dan ditinggal pemerintah! Pada akhirnya, bet...

Krisis Waktu Kehidupan Pasca Kampus

sumber poto:  https://www.kaskus.co.id/ Umumnya, seorang siswa SD dituntut untuk belajar sungguh agar masuk SMP favorit, kemudian SMA favorit, lalu Perguruan Tinggi Favorit, dan muara akhirnya adalah memiliki pekerjaan. Selama proses pendidikan berlangsung, umumnya setiap siswa dituntut untuk menjadi manusia yang juara di setiap mata pelajaran. Bila terdapat nilai yang di bawah standar, tidak jarang sang siswa mendapat omelan guru, orang tua, hingga keluarga besar. Padahal setiap anak dilahirkan dengan kemampuan dan keunikan yang berbeda-beda. Namun, sistem pendidikan yang telah berjalan sejak lama, tidak begitu menitik beratkan pada kelebihan dan potensi anak. Semua dipatok sama. Terlebih lagi pada nilai matematika. Dari fenomena tersebut, tidak sedikit siswa yang stress karena beban akademik. Namun tidak sedikit pula yang bertahan dan mampu melalui ujian di setiap jenjang. Ritme “manusia juara” rupanya tidak berhenti sampai bangku SMA. Kehidupan perkuliahan tidak...

Equity Crowdfunding, Solusi Pendanaan Usaha & Pengembangan Investasi

Persoalan pendanaan masih sering terjadi, khususnya pada pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya. Pasalnya, ada satu mantra sakti yang sering menjadi kendala saat pelaku usaha melakukan pengajuan modal kepada pihak bank, yaitu jaminan. Apa jadinya jika jaminan yang dimiliki nilainya kurang dari biaya yang dibutuhkan? Tentu, bank akan keberatan untuk menggelontorkan modalnya, ditambah lagi dengan kondisi ekonomi Indonesia yang sedang tidak menentu. Semua harus serba hati-hati dan waspada. Jika demikian, bagaimana mungkin ekonomi negara berkembang secara agresif jika pendanaan untuk pelaku usaha masih menjadi kendala. Rasanya seperti berjalan ke gang buntu. Ketika cara tradisional bank dinilai sudah tidak efektif dan efisien lagi, solusi pengembangan ekonomi dalam hal pendanaan terus bermunculan. Melalui laporan pertumbuhannya, Financial Technology di Indonesia memiliki laju yang sangat pesat   dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini. Tercatat bahwa penggunaan finte...

Hutang Negara dan Upaya Mengatasinya

Tangisan bayi bersahutan setiap menitnya. Dari rumah sakit ke rumah sakit di seantaro negeri. Terus bersambug. Pertiwi adalah bayi yang lahir ke 999 pada hari Jum’at ini, tepatnya pada pukul 23.58 WIB. Itu artinya masih ada 1 bayi lagi yang akan lahir pada hari itu, meramaikan pendataan sensus penduduk Indonesia. Ada dua kemungkinan mengapa mereka menangis, pertama karena dia merasa bahagia karena telah berhasil keluar dari rahim ibunya yang sempit. Kedua ia tahu bahwa ia telah memiliki utang sebesar Rp. 20.500.000, terhitung sejak detik pertama menghirup udara Indonesia. Ketika pemerintah yang menua “asik membangun negara”, ada bayi yang lahir dengan beban yang harus dipikulnya. Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal II 2019 sebesar 391,8 miliar dollar AS atau sekitara Rp 5.485,2 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS). Pada dasarnya, utang dapat dikategorikan positif, manakala digunakan untuk sektor yang produktif. Namun, hal terseb...

Can Z Generation Buy Their Own House?

sumber foto: https://theworldnews.net This is a question that we often hear lately. Not only in Indonesia, but also with Z generation in another country. Before talking about it more, I want to share with you about my current anxiety. Lately, I think and reflect myself a lot about what will happen in human life on this planet two and five years ahead. Exspeacially, to Z generation that born among 1995-2010, included me. People are born, grow up, studying at university, gradute, start the new life with his/her spouse, working, and die. Exactly. Because no one can live forever in this world. But, it become a big question, how is our future life? Will it better than our parents’ life? Mostly, people start their new life after campus graduation at 22 years old. Then, they work for a company or institutuion. They are going to get money because of that. Another 10 years in their career, their income will increase. It is cause by promotion, job change, company appareciati...

Berkarya untuk Allah

Sumber gambar:  https://www.liveabout.com Karya dalam KBBI berarti hasil perbuatan, buatan, dan ciptaan. Berarti jika kata tersebut ditambahkan permulaan ber  di awalnya maka akan menjadi kata kerja dan memiliki makna suatu kegiatan yang mengasilkan ciptaan. Berbicara seputar “berkarya”, identik dengan pemuda sebagai pelakunya. Namun, apakah itu benar? Bagaimana dengan yang sudah memasuki usia dewasa atau tua? Baik,  mari ketahui faktor-faktor yang menyebabkan seseorang tidak lagi berkarya. Setiap sesuatu yang kita lakukan, tentu memiliki motif pendorongnya. Termasuk motif berkarya. Mari kita samakan orientasi kita, yakni berkarya untuk Allah. Ketika Allah sudah menjadi alasan kita berkarya, maka tentu, jiwa raga ini akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk-Nya. Namun dalam perjalanannya, ada saja yang menjadi hambatan untuk memberikan terbaik. Banyak alasannya. Maka dari itu, mari kenalan      1.    Faktor Usia ...

METODE KENALAN SELAIN PACARAN PALING AMPUH (TA'ARUF)

sumber foto:  https://humairoh.com Materi ini saya dapat dari sharing pra-nikah bersama teman saya ketika i'tikaf malam terakhir Ramadhan 2019. Semoga bermanfaat :) Sebelumnya, Setahun yang lalu, saya adalah orang yang enggan banget dengan bahasan pernikahan. Belum waktunya lah. Tabulah. Tapi kalau dipikir-pikir, kalau kita tidak membahasnya, maka kita tidak terfikirkan untuk mempersiapkannya. Ngga ada tekad kuat untuk menjadi pribadi lebih baik. Ngga sadar ada tanggung jawab yang lebih besar lagi. Dan ya.. ngga tambah kematangan dalam bertanggung jawab dan memikul amanah.  Istilahnya “remaja” lah. Ngga mau disebut anak2, ngga mau disebut dewasa. Pada fase itulah, seseorang seakan bebas melakukan kejahatan, dan kesalahan. Bebas dari tanggung jawab. Padahal istilah itu tidak ada dalam Islam. Di Islam, hanya ada masa kecil dan masa setelah baligh (dewasa). Kalau sudah baligh, perbuatan baik dan buruknya sudah tercatat di timbangan amal. Sudah menanggung konsek...

BERINTELEKTUAL DALAM BERNEGARA

sumber poto: www.serikatnews.com Salah satu hal penting yang didapat pada saat kuliah adalah budaya berpikir rasional dan kritis. Ketika penulis berbincang dengan salah seorang guru dari ilmu sejarah, menurutnya data adalah sesuatu yang masih belum diolah oleh siapa pun . Fakta adalah sesuatu yang sudah terpengaruhi oleh orang ketiga sebagai saksi. Saat ini, kita sedang dihadapkan dengan fakta dan data yang simpang siur. Dan kita sedang bertarung dengannya. Maka siapa yang memenangkan pertarungan? Pertanyaan tersebut belum bisa terjawab hingga saat ini.  Data yang ada masih simpang siur. Tapi faktanya digiring agar orang-orang percaya oleh fakta yang dibawa oleh masing-masing calon pemimpin bangsa ini.  Salah satu pakar strategi ternama asal China bernama Sun Tzu mengatakan bahwa cara kita mengalahkan lawan harus dengan menguasai data lawan. Bukan fakta, tapi data lawan. Salah mengelola data, maka siapa pun akan kalah dalam peperangan. Sebagai contoh, kehancur...

UJIAN KEBERPIHAKAN

Suatu hari, seorang teman bertanya, “Yas, besok lu pas pemilu pilih siapa?” Belum sempat dijawab, ia pun menjawab pertanyaannya sendiri, “Pasti Prabowo ya...” “Kok bisa gitu?” Tanya saya. “Soalnya kalo pendukung Prabowo itu ya yang Islam-islam gitu. Suka bawa-bawa agama.” Mendengar jawabannya, saya hanya tersenyum dan berkata dalam hati, “ Lah, emang agama lu apaan?” Pemilihan Umum sudah tinggal beberapa hari lagi. Kemenangan sudah di depan mata. Bagi saya, menang bukan berarti hanya banyak-banyakan masa, tapi berdiri dengan kebenaran dan kebaikan serta bisa lebih dekat dengan Pencipta adalah arti kemenangan. Kejutan demi kejutan terus diperlihatkan setiap hari, mulai tata tertib debat yang janggal, distribusi kotak dan surat suara yang diantar ala kadarnya, perlakuan hukum yang tidak adil, orang gila dipaksa nyoblos, kertas suara yang sudah dicoblos, hingga pernyataan dukungan tokoh-tokoh besar. Sebenanrnya, kalau kejanggalan itu dijabarkan semua...