Langsung ke konten utama

Memajukan Bisnis Dengan Trik Skalabilitas

Go ahead! Kita mesti terus semangat sob..

Oke, kali ini saya akan berbagi ilmu kepada Anda semua mengenai trik agar bisnis Anda lebih maju dari hari kemarin.

Langsung saja, perlu Anda ketahui bahwa bila kita hanya mengandal ‘kerja keras’ saja, itu tidak cukup. Kalau seperti itu, kita tak jauh berbeda dengan kuli bangunan yang tiap hari kerja keras mengangkat beban, mencangkul, yang bayaranya dihitung perjam. Bukannya kita saya merendahkan Anda ya, tapi memang seperti itulah. Jadi diperlukan pula ‘kerja cerdas’. Maksudnya..?

Sekarang bagaimana kita buat usaha kita bernilai 1banding 100 atau bahkan 1:1000. Artinya sekali bekerja sama dengan berkali-kali kerja. Dalam trik ini Anda dituntut untuk menjadi ‘malaikat’. Maksudnya Anda harus membantu usaha orang lain. Masih bingung? Mari saya analogikan dengan sebuah cerita.

Misalnya Ahmad, seorang fotografer di sebuah studio ternama. Yang pertama ia harus lakukan adalah membuat promosi melalui selebaran yang kemudian ia tempel di tempat  umum. Isi promosinya bertuliskan ‘Bila Anda pergi ke studio Max,  maka Anda mendapatkan harga terjagkau plus dapat gratis satu jepretan foto”. Dari sini kita telah membantu orang lain dengan memberi mereka bonus. Kemudian datanglah seorang pengantin muda. Yang wanitanya bilang, ‘’ Mas, tolong ambil foto yang paling bagus ya ! ‘’ kemudian mulailah si Ahmad mengambil gambar. Ia tidak focus di satu sisi tapi dia mengambilnya dari kanan, kiri, depan, belakang, atas hingga dapat 100 gambar. Sebenarnya dia gak focus-fokus amat dalam mengambil gambar. Tapi biar pun muka orang yang dijepret pas-pasan, pasti ada sisi bagusnya bila diambil dari samping atau dari atas. Kemudian ditunjukkannya hasil foto itu kepada pengantin muda tersebut. “ Silahkan dipilih fotonya. Sekali ke studio bonus satu foto. Harga  satuannya cuma 1500 rupiah.” Mereka berdua mulai melihat-lihat. Yang wanitanya bilang,”Sayang Aku mau yang ini. Tapi yang ini juga bagus’’ sang wanita berkata pada sang lelaki sambil mencubit-cubitnya.”Tapi kalau mau lebih murah beli sepuluh aja, semua Cuma 15000 ribu” saran si Ahmad. Akhirnya sang lelaki membeli sepuluh foto dari 100 jempretan tadi. Jadi penghasilan diperoleh sebesar Rp. 15.000.

“Makasih ya yang” hatur wanita itu kepada sang suami.

Mereka pun keluar  pintu studio. Sayangnya cuaca kala itu mendung dan pasnya lagi mereka berdua pergi ke studio menggunakan motor. Mereka terlihat risau di luar. Lalu Ahmad pun menghampirinya. “Mas, boleh nggak saya nolong mas?” tanyanya pada pengantin muda itu.

Orang kalau ditawar pertolongan pasti maulah. Mana ada orang yang menolaknya. Ahmad pun ingat, ia harus berupaya menjadi ‘malaikat’.

‘’Oh boleh..boleh mas. ‘’ jawab lelaki itu.

“Bagaimana fotonya disimpan di album agar tidak kehujanan?.” Saran Ahmad.

“Betul juga ya..” dalam hati lelaki itu.

“Yang ini bagus nih mas pink-pink romantis gitu, pas buat mas sama mbak yang baru nikah”

Ehmm…. (dalam hati, betul juga ya) kata lelaki itu.

“Baiklah mas, saya beli satu yang pink itu” ujarnya.

Akhirnya dalam satu konsumen Ahmad telah berhasil mendapatkan pemasukan 50 ribu. Setelah selesai bertransaksi pulanglah kedua pasangan muda itu.
Jadi itu yang dinamakan trik “SKALABILATAS”. Bagaimana sekali bertindak tapi senilai dengan seribu
 bayanagan. Dan perlu diingat bahwa Anda di tuntut untuk menjadi ‘malaikat’. Tapi bila kita member saran, kita harus menghargainya bila sang konsumen menolaknya. Trik ini bisa Anda aplikasikan pada usaha Anda untuk mendapatkan profit yang lebih sehat lagi. Selamat mencoba.

Terakhir ..saya ingin ucapkan, “Hati-hati dijalan ya mas, mbak. Semoga selamat sampai tujuan” sambil melambaikan tangan. Ini sungguh ro…man..tis… saudara-saudara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Jenis Barang Laris Untuk Anak Boarding/Asrama/Pesantren

Siapa bilang kalo anak boarding itu gak bisa jualan. Salah besar kalo kamu berpresepsi seperti itu. Buktinya sudah banyak yang mencibanya dan berhasil. Sekarang giliran kamu. Untuk mengisi luang, ingin mencari pemasukan tambahan atau hanya sekedar menjalankan hobi, kamu bisa berjualan di lingkungan sekolahmu. Tapi..sebelum berjualan kamu harus mempunyai target pasar sehingga kamu mengetahui barang apa yang harus kamu jual. Baik, saya akan berbagi pengalaman kepada kamu barang apa saja yang kira-kira laku di lingkungan asrama/boarding. Ini berdasarkan pengalaman lho..  (sudah teruji)  1.   Jualan Makan Gopek-an Bagi pemula, kmau bisa mencoba berjualan makan ringan yang harganya murah, yang satuannya Rp. 500,- contoh barangnya seperti chocolates, Gerry, better, fullo, dll (bukan untuk promosi, Cuma contoh semata) jika kamu mengambil satu packnya ke agen makanan ringan, harganya kisaran Rp. 20.000,- dalam satu pack biasanya berisi 22 buah snack gopean. Walaupun unt...

Ada Apa dengan MONey DAY?

Bagi yang sudah bekerja atau sudah pernah magang di perusahaan, pasti akan senyam-senyum membaca judul ini. Seakan sudah mengeahu seisi dan alur jalan cerita ini. Haha. Mari kita lanjutkan. Jam 16.00 WIB ketika jam kantor akan berakhir, sudah mulai bisikan dari bilik-biliki dan sudut-sudut kantor. “Eh entar malem mau kemana?” “Weekend ini kemana?” “Eh main yuk!” “Yes besok libur!” “It’s Fridayyyyyy…” Yaya.. kurang lebih seperti itulah bunyi. Sebelum jam kerja berakhir, biasanya sudah ditanyakan atau menanyakan mau kemana saat akhir pekan atau intinya adalah mengajak refreshing. Sekilas terlihat biasa. Tidak ada yang salah. Eitss.. tunggu dulu. Kita sudah tidak asing mendengar ungkapan do what you love, love what you do. Namun ungkapan tersebut menjadi paradoks dengan realita kebanyakan orang menyambut akhir pekan. Kebanyakan mereka akan sangat senang bekerja di hari Jum’at karena mereka tau bahwasanya besoknya adalah hari libur. Padahal jika seseorang be...

Krisis Waktu Kehidupan Pasca Kampus

sumber poto:  https://www.kaskus.co.id/ Umumnya, seorang siswa SD dituntut untuk belajar sungguh agar masuk SMP favorit, kemudian SMA favorit, lalu Perguruan Tinggi Favorit, dan muara akhirnya adalah memiliki pekerjaan. Selama proses pendidikan berlangsung, umumnya setiap siswa dituntut untuk menjadi manusia yang juara di setiap mata pelajaran. Bila terdapat nilai yang di bawah standar, tidak jarang sang siswa mendapat omelan guru, orang tua, hingga keluarga besar. Padahal setiap anak dilahirkan dengan kemampuan dan keunikan yang berbeda-beda. Namun, sistem pendidikan yang telah berjalan sejak lama, tidak begitu menitik beratkan pada kelebihan dan potensi anak. Semua dipatok sama. Terlebih lagi pada nilai matematika. Dari fenomena tersebut, tidak sedikit siswa yang stress karena beban akademik. Namun tidak sedikit pula yang bertahan dan mampu melalui ujian di setiap jenjang. Ritme “manusia juara” rupanya tidak berhenti sampai bangku SMA. Kehidupan perkuliahan tidak...