Langsung ke konten utama

KITA ADALAH PETARUNG KEHIDUPAN



Sumber gambar: http://numrush.nl 


Hari silih berganti
Kejutan demi kejutan terus terjadi
Dan di setiap bagiaannya
Ada banyak yang berselebrasi, tertawa, dan bahagia
Mereka telah mendapatkan atas apa yang mereka perjuangkan

Namun,
Di waktu yang bersamaan
Tidak sedikit pula jiwa yang bersemayam dalam gundah gulana
Meratapi nasib
Menyalahkan keputusan yang telah mereka tetapkan tempo lalu
Berpadu dengan yang senasib
Mengeluhkan keadaan
Menangisi diri sendiri
Berpasrah dan tidak tau hendak kemana pergi

Kawan,
Boleh jadi kamu sakit
Tapi ragamu, jangan sampai jiwamu
Karena pada setiap pertarungan membutuhkan nafas yang panjang
Nafas yang selalu membuatmu kuat ketika menariknya
Yang membuatmu tak mati sebelum waktunya

Kawan,
Boleh jadi ada banyak orang yang mentertawai mimpimu
Mereka mencemoohmu, merendahkanmu, mencederaimu hingga menghancurkan namamu
Tapi sekali lagi, jiwamu tidak boleh sakit
Pertarungan masih akan tetap berlanjut

Kamu cukup percaya
Tindakan akan memberi hasil
Diam bukanlah jawaban
Terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain tidak akan merubah keadaan
Pecahkan saja rekormu sendiri
Karena akhir hidup ini tentang pribadi masing-masing di hadapan Ilahi

Jika kamu sudah dalam perjuangan
Maka jangan pernah keluar dari gelanggang
Bangkit dan fokuslah pada tujuan
Berjalanlah, maka kamu akan sampai
Jangan mudah tumbang
Karena kita adalah petarung kehidupan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Jenis Barang Laris Untuk Anak Boarding/Asrama/Pesantren

Siapa bilang kalo anak boarding itu gak bisa jualan. Salah besar kalo kamu berpresepsi seperti itu. Buktinya sudah banyak yang mencibanya dan berhasil. Sekarang giliran kamu. Untuk mengisi luang, ingin mencari pemasukan tambahan atau hanya sekedar menjalankan hobi, kamu bisa berjualan di lingkungan sekolahmu. Tapi..sebelum berjualan kamu harus mempunyai target pasar sehingga kamu mengetahui barang apa yang harus kamu jual. Baik, saya akan berbagi pengalaman kepada kamu barang apa saja yang kira-kira laku di lingkungan asrama/boarding. Ini berdasarkan pengalaman lho..  (sudah teruji)  1.   Jualan Makan Gopek-an Bagi pemula, kmau bisa mencoba berjualan makan ringan yang harganya murah, yang satuannya Rp. 500,- contoh barangnya seperti chocolates, Gerry, better, fullo, dll (bukan untuk promosi, Cuma contoh semata) jika kamu mengambil satu packnya ke agen makanan ringan, harganya kisaran Rp. 20.000,- dalam satu pack biasanya berisi 22 buah snack gopean. Walaupun unt...

Ada Apa dengan MONey DAY?

Bagi yang sudah bekerja atau sudah pernah magang di perusahaan, pasti akan senyam-senyum membaca judul ini. Seakan sudah mengeahu seisi dan alur jalan cerita ini. Haha. Mari kita lanjutkan. Jam 16.00 WIB ketika jam kantor akan berakhir, sudah mulai bisikan dari bilik-biliki dan sudut-sudut kantor. “Eh entar malem mau kemana?” “Weekend ini kemana?” “Eh main yuk!” “Yes besok libur!” “It’s Fridayyyyyy…” Yaya.. kurang lebih seperti itulah bunyi. Sebelum jam kerja berakhir, biasanya sudah ditanyakan atau menanyakan mau kemana saat akhir pekan atau intinya adalah mengajak refreshing. Sekilas terlihat biasa. Tidak ada yang salah. Eitss.. tunggu dulu. Kita sudah tidak asing mendengar ungkapan do what you love, love what you do. Namun ungkapan tersebut menjadi paradoks dengan realita kebanyakan orang menyambut akhir pekan. Kebanyakan mereka akan sangat senang bekerja di hari Jum’at karena mereka tau bahwasanya besoknya adalah hari libur. Padahal jika seseorang be...

Krisis Waktu Kehidupan Pasca Kampus

sumber poto:  https://www.kaskus.co.id/ Umumnya, seorang siswa SD dituntut untuk belajar sungguh agar masuk SMP favorit, kemudian SMA favorit, lalu Perguruan Tinggi Favorit, dan muara akhirnya adalah memiliki pekerjaan. Selama proses pendidikan berlangsung, umumnya setiap siswa dituntut untuk menjadi manusia yang juara di setiap mata pelajaran. Bila terdapat nilai yang di bawah standar, tidak jarang sang siswa mendapat omelan guru, orang tua, hingga keluarga besar. Padahal setiap anak dilahirkan dengan kemampuan dan keunikan yang berbeda-beda. Namun, sistem pendidikan yang telah berjalan sejak lama, tidak begitu menitik beratkan pada kelebihan dan potensi anak. Semua dipatok sama. Terlebih lagi pada nilai matematika. Dari fenomena tersebut, tidak sedikit siswa yang stress karena beban akademik. Namun tidak sedikit pula yang bertahan dan mampu melalui ujian di setiap jenjang. Ritme “manusia juara” rupanya tidak berhenti sampai bangku SMA. Kehidupan perkuliahan tidak...